Oversight of Special Regional Autonomy in the Concept of the Unitary State of the Republic of Indonesia

Authors

DOI:

https://doi.org/10.31258/ijesh.8.3.307-325

Keywords:

Special Regional Autonomy, Regional Regulations, Unitary State of the Republic of Indonesia

Abstract

As a unitary state, all regional laws must be in line with higher-level national laws. The 1945 Constitution states that regional authority to control and manage local affairs is based on the principles of autonomy and co-administration. Inconsistencies and a lack of regulation at the central level increases the likelihood of regional regulations that are also inconsistent with higher-level legislation. Therefore, evaluations of regulations deemed inconsistent should not only focus on inconsistent regional legal instruments but also on the central government. The research questions of this study are: first, how is the authority of regional autonomy regulated in the unitary state of the Republic of Indonesia, and second, how is the supervision of the formation of regional autonomy authority carried out through harmonization, evaluation, and facilitation. The research method used is a normative method employing a conceptual approach and a legal framework approach. The conclusion of this study is that oversight of the formation of regional regulations through harmonization, evaluation, and facilitation constitutes preventive oversight, implemented by analyzing the consistency or alignment between regional regulation drafts and higher-level legislation, as well as by examining the drafting techniques used. All three conduct analysis or assessment to evaluate the conformity of the regional regulation draft with higher-level regulations, both in terms of substance or content and in terms of drafting techniques or legal drafting. This can result in the inefficiency of guidance or oversight in the process of establishing regional regulations, particularly for regional regulation drafts from local governments.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Benyamin Hoessin, Hubungan kewenangan pusat dalam pasang surut otonomi daerah, (Jakarta:Institute for Local Development, 2005) dikutip dari Safri Nugraha, dkk, Hukum Administrasi Negara, Ed.Rev Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Hyukum Universitas Indonesia, 2005.

Bhenyamin Hoessein, Perubahan Model, Pola, dan Bentuk Pemerintahan Daerah: Dari Era Orde Baru ke Era Reformasi, Jakarta:Departemen Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia,2011.

Brian C. Smith, Desentralisasi: Dimensi Teritorial Suatu Negara, Ter. Tim MIPI, Jakarta: Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia, 2020.

Charles D. Tarlton, Symmetry and Asymmetry as Elements of Federalism (Journal of Politics 27, 1965), hal. 861- 874, sebagaimana dikutip dari tulisan Ronald L. Watts, A Comparative Perspective on Asymmetry in Federations, (Institute of intergovernmental Relations Queen’s University, 2005) diunduh dari http://www.queensu.ca/iigr/WorkingPapers/asymmetricfederalism/Watts2005.pdf pada tanggal 5 Juni 2024, hlm. 14.

Eka NAM Sihombing, Perkembangan Kewenangan Pembatalan Peraturan Daerah Dan Peraturan Kepala Daerah: Kajian Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 137/PUU-XIII/2015 dan Nomor 56/PUU-XIV/2016, Jurnal Yudisial Vol. 10 No. 2 (2017), hlm. 218.

Eko Prasodjo, Irfan Ridwan Maksum, Teguh Kurniawan, Desentralisasi & Pemerintahan Daerah: Antara Model Demokrasi Lokal & Efisiensi Struktural, Depok: Departemen Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2006.

Hermi Sari BN, Galang Asmara dan Zunnuraeni, “Pengharmonisasian Rancangan Peraturan Daerah Inisiatif Eksekutif Oleh Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia,” Dinamika Sosial Budaya Vol 22 No. 2 2020), hlm. 315.

Huda, Ni’Matul. Hubungan Pengawasan Produk Hukum Daerah antara Pemerintah dengan Pemerintah Daerah dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jurnal Hukum Vol.4, No.1. (2009). hlm. 72.

Icha Rastika, “Sejak November 2014 hingga Mei 2015, Mendagri Batalkan 139 Perda,” https://nasional.kompas.com/read/2015/07/22/17054251/Sejak.November.2014.hingga.Mei.2015. Mendagri.%20Batalkan.139.Perda, diakses 5 Juni 2024.

Jaweng Robert, Kritik Terhadap Desentralisasi Asimetris di Indonesia. Jakarta: CSIS, 2019.

Jaya, Arief Try Dhana, Achmad Ruslan dan Marwati Riza, “Anomali Pembatalan Peraturan Daerah: Ratio Legis Putusan Mahkamah Konstitusi” Halu Oleo Law Review Vol 5 (2021). hlm. 1-14.

Jimly Asshiddiqie, Pengantar Ilmu Hukum, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2015.

Josef Riwu Kaho, Analisis Hubungan Pemerintah Pusat dan Daerah di Indonesia, Yogyakarta: Center for Politics and Goverment, 2019.

Kementerian Dalam Negeri, “Pembatalan Perda Dukung Paket Kebijakan Ekonomi Pemerintah,” https://www.Kemendagri.go.id/berita/baca/12895/pembatalan-perda-dukung-paket- kebijakan-ekonomi-pemerintah diakses 5 Juni 2024.

Khairul Fahmi, “Otonomi Daerah dalam Ancaman Resentralisasi Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan”, dalam Menggagas Arah Kebijakan Reformasi Regulasi di Indonesia: Prosiding Forum Akademik Kebijakan Reformasi Regulasi 2019, Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK), (2019), hlm.162.

Lusy Liany, “Hapusnya Wewenang Executive Review Pemerintah terhadap Peraturan Daerah: Studi Pasca-adanya Putusan MK Nomor 137/PUU-XIII/2015 dan Nomor 56/PUU XIV/2016”, ADIL: Jurnal Hukum Vol. 10 No.2 ( 2019), hlm. 23.

M. Nur Sholikin, “Penghapusan Kewenangan Pemerintah Untuk Membatalkan Perda; Momentum Mengefektifkan Pengawasan Preventif Dan Pelaksanaan Hak Uji Materiil MA”, Jurnal RechtsVinding Online (Mei 2017), hlm. 2;

Arief Try Dhana Jaya, Achmad Ruslan dan Marwati Riza, “Anomali Pembatalan Peraturan Daerah: Ratio Legis Putusan Mahkamah Konstitusi” Halu Oleo Law Review Vol 5 No. 2, (2021), hlm. 16.

Muh. Syahrul Ago, Ruslan Renggong, dan Almusawir, “Pengaruh Pelaksanaan Kewenangan Fasilitasi Gubernur Dalam Proses Pembentukan Peraturan Daerah Kabupaten Atau Kota,” Jurnal Paradigma Administrasi Negara, Vol. 3 No.2.(2021), hlm. 84.

Muhadam Labolo, Desentralisasi Asimetrik di Indonesia: Peluang, Tantangan & Recovery. Jakarta: Widi Press, 2020.

Ni’Matul Huda, Pengawasan Pusat Terhadap Daerah dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, Yogyakarta: FH UII Pers, 2019.

Nurbaningsih, Enny. Problematika Pembentukan Peraturan Daerah: Aktualisasi Wewenang Mengatur Dalam Era Otonomi Luas. Jakarta: PT. Raja Grafindo, 2019.

Ronald L. Watts, Asymmetrical Decentralization: Functional or dysfunctional, (Makalah dipresentasikan pada International Political Science Association, Quebec City Canada, 2000), diunduh dari http://www.queensu.ca/iigr/WorkingPapers/asymmetricfederalism/Watts2005.pdf pada tanggal 5 Juni 2024, hlm. 8.

Sabarno Hari, Memandu Otonomi Daerah Menjaga Kesatuan Bangsa,Jakarta: Sinar Grafika, 2019.

Sholikin, M. Nur. “Penghapusan Kewenangan Pemerintah Untuk Membatalkan Perda; Momentum Mengefektifkan Pengawasan Preventif Dan Pelaksanaan Hak Uji Materiil MA.” Jurnal Rechts Vinding Online Vol. 2, No.1, (2017). hlm. 16.

Sirajuddin.et.al. Hukum Administrasi Pemerintahan Daerah, Malang, Setara Press, 2020.

Yulia Sugandi, Analisis Konflik dan Rekomendasi Kebijakan Mengenai Papua, Jakarta: Ebet Stiftung, 2018.

Laws and Regulations:

Indonesia. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

_________. Undang-Undang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, UU No. 12 Tahun 2011, LN No. 82 Tahun 2011.

_________. Undang-Undang Pemerintahan Daerah, UU No. 23 Tahun 2014, LN. No. 244 Tahun 2014. _________. Undang-Undang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, UU No. 15 Tahun 2019, LN No. 183 Tahun 2019.

_________. Undang-Undang Cipta Kerja, UU No. 11 Tahun 2020, LN No. 245 Tahun 2020.

_________. Peraturan Presiden tentang Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, UU No. 44 Tahun 2015.

Menteri Dalam Negeri. Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah, PM No. 80 Tahun 2015.

_________. Peratuan Menteri Dalam Negeri tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah, PM No. 120 Tahun 2018.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tentang Pengharmonisasian Rancangan Peraturan Perundang- Undangan Yang Dibentuk Di Daerah Oleh Perancang Peraturan Perundang-Undangan, PM No. 22 Tahun 2018.

_________. Peraturan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Tentang Penyelesaian Disharmoni Peraturan Perundang-Undangan Melalui Mediasi, PM No. 2 Tahun 2019

Downloads

Published

2026-09-30

How to Cite

Rumahorbo, J. A. S. (2026). Oversight of Special Regional Autonomy in the Concept of the Unitary State of the Republic of Indonesia. Indonesian Journal of Economics, Social, and Humanities, 8(3), 307–325. https://doi.org/10.31258/ijesh.8.3.307-325

Issue

Section

Articles